Kanker Hati Menyerang Secara Diam-diam

Kanker Hati Menyerang Secara Diam-diam – Amat jarang di antara kita memberikan perhatian dari sudut kesehatan terhadap hati meskipun banyak mengetahui penyakit yang berhubungan dengan organ terpenting itu sebenarnya lebih serius dibandingkan penyakit lain.

Kanker Hati Menyerang Secara Diam-diam

Bahkan umumnya, orang masih mengambil ringan betapa pentingnya organ yang terletak di belakang tulang rusuk di bagian kiri perut itu. Menurut Konsultan Onkologi, Pusat Medis Gleneagles Intan, Datuk Dr. Fuad Ismail, penyakit hati paling kronis adalah kanker hati. Katanya, kanker hati atau disebut hepatoma biasanya lebih sering terjadi di negara-negara Asia.

”Pasien kanker ini kebanyakan berusia antara 40 sampai 50 tahun. Ditemukan empat kali lipat lebih sering terjadi di kalangan kaum pria dibandingkan wanita, “katanya.

Pokoknya terangnya, kebanyakan pasien tidak menyadari terinfeksi penderita penyakit tersebut karena gejalanya tidak terjadi seketika. Faktor risiko mengidap kanker hati termasuk infeksi kronis virus hepatitis B atau C yang berkait dengan sirosis (gangguan struktur hati normal oleh fibrosis) dan pembentukan nodul yang disebabkan oleh berbagai kondisi yang mempengaruhi pada hati seperti kecanduan alkohol, obesitas, diabetes dan penggunaan tembakau.

”Antara sebab kebanyakan pasien berusia sekitar 40 tahun ke atas adalah karena virus Hepatitis B beberapa waktu untuk merusak hati dan apabila telah rusak, ia akan menyebar dengan cepat, “katanya.

Terang dia lagi, kebanyakan kasus kanker hati di tahap awal tidak memiliki tanda atau gejala tertentu sampai pasien berada pada tingkat yang serius. Jelasnya lagi, kanker hati sebenarnya terbagi dua, yaitu jenis prima dan sekunder.

”Kanker hati prima bersumber dari masalah di dalam hati itu sendiri yaitu kerusakan sel-sel, sedangkan sekunder disebabkan kanker yang menyebar ke hati dari organ lain, ” ujarnya serius.

Baca juga : Pengobatan Alternatif Kanker Hati

Bagaiamanapun, Dr. Fuad mengatakan, penyebab utama terjadinya kanker hati prima adalah sirosis, yaitu kondisi ketika sel hati rusak karena berbagai faktor.

”Sebenarnya, faktor itu lebih kepada kebiasaan minum alkohol dan disebabkan oleh infeksi Hepatitis B dan C, “katanya.

Selain itu katanya, penderita penyakit heamochromatosis, yaitu zat besi yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh dan akhirnya mengendap di hati, juga memiliki risiko mengidap kanker hati. Ini karena, katanya, zat besi yang tidak dapat disalur keluar akan stagnan sehingga mempengaruhi fungsi dan seterusnya merusak hati.

Namun, risiko pasien haemochromatosis untuk mengidap kanker hati dalam jangka panjang adalah sekitar 30 persen. Sedangkan untuk kanker hati jenis sekunder, ia menjelaskan, ia sebenarnya berasal dari organ lain yang bermasalah.

”Ini semua karena hati dan empedu adalah bagian yang paling banyak terkena kanker di bagian lain yang sudah menyebar, “katanya.

Namun, pasien kanker hati masih berpeluang untuk pulih dengan syarat harus mendapat pengobatan sedini mungkin.

”Jika mereka mendapatkan perawatan awal, peluang untuk pulih dalam lima tahun berikutnya adalah sekitar 60 persen.

“Tapi jika sudah terlalu lama dan terdeteksi pada tahap kritis, harapan adalah tipis,” terangnya serius.

Ditanya tentang pengobatan, Dr. Fuad menjelaskan dokter akan memeriksa hati yang bengkak dengan melakukan tes darah dan rontgen.

”Tes darah bertujuan melihat reaksi hati dengan mengukur enzim yang digunakan dalam tes itu.

”Jika kanker hati ada, alfafoetoprotein yaitu protein dalam darah akan meningkat. Bagi penderita Hepatitis B dan C, tes untuk mendeteksi keberadaan antigen perlu dilakukan.

“Untuk meyakinkan, dokter melakukan tes pemindaian untuk melihat bagian hati yang mengalami kanker yang biasanya ada dalam bentuk potongan.

”Ini diikuti perawatan CT Scan dan angiogram bertujuan untuk mendeteksi tingkat serius kanker berkenaan.

”Setelah diagnosis berkenaan, pengobatan terbaik akan dibahas bersama pasien. Jika ia hanya menyerang pada satu bagian, operasi dilakukan untuk membuangnya.

“Dibandingkan organ lain pada tubuh manusia, hati agak unik karena ia masih bisa berfungsi walaupun sebagian besar sudah dibuang,” katanya.

Pengobatan lain katanya, termasuk operasi transplantasi hati yang diderma oleh keluarga terdekat, meskipun dalam jangka panjang itu bisa berulang kembali. Selain itu, perawatan kimoterapi juga dapat dilakukan dengan membuat saluran di bagian arteri dan mengarahkan pengobatan itu terus ke kanker berkenaan.

Facebook Comments