Kegemukan Dapat Memicu Kanker Hati

Kegemukan Dapat Memicu Kanker Hati

World Health Organization (WHO) mencatat angka kegemukan di dunia makin meningkat. Jumlah orang yg mengalami kenaikan berat tubuh saja terdaftar mencapai 2 miliar dgn 600 juta orang yg kegemukan.

Profesor sekaligus konsultan internist-gastro entero hepatologist dokter Lesmana mengemukakan, kegemukan dapat memicu munculnya lemak hati yg pada akhirnya mampu mengakibatkan kanker. Dari data yg sempat dihimpun Lesmana buat Rumah Sakit Medistra, dari kurang lebih 1054 sample yg diteliti jumlahnya 51 % mengalami perlemakan hati. Jumlahnya 41,2 % kondisinya ringan, 1,5 % sedang, & 8,3 % mengidap perlemakan hati berat.

Baca juga : Pengobatan Alternatif Kanker Hati

Lesmana serta memaparkan, pasien yg menderita perlemakan hati rata rata juga mengidap penyakit yang lain seperti hipertensi. Jadi, janganlah pernah anggap enteng lemak terhadap hati.

“Pasien dengan perlemakan hati dibandingkan tidak, lebih banyak mempunyai hipertensi, umumnya mereka gemuk. Lebih banyak punya kadar gula tinggi dan lipid tinggi,” kata Lesmana, di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta, Senin (7/12).

Kepada dasarnya, lemak hati tak progresif. Tapi, kata Lesmana, ada keadaan tertentu yg lumayan kompleks maka menyebabkan lemak hati sanggup mengarah kepada penyakit yg lebih serius.

Lemak hati dapat memicu peradangan. Prevalensinya 6-13 % perlemakan hati pun mengalami peradangan. Hal tersebut disebabkan lemak hatinya beralih jadi agresif.

Adanya virus, seperti hepatitis B, diabetes mellitus, atau hepatitis C serta mampu menciptakan lemak hati memicu peradangan & mempercepat kehagalan hati. “Ada perlemakan hati dan hepatitis B jadi memperberat penyakit hatinya,” ucap Lesmana.

Dari peradangan itu, bisa saja jumlahnya 9-20 % dapat mengarah kepada pengerasan hati atau sirosis. Tahap inilah yg bakal membawa penyakit ke arah yg lebih fatal.

Jikalau tak ditangani, dalam 5-7 thn, penderita sirosis sanggup mengalami gagal hati atau bahkan kanker hati. Ketika itu, jalan satu-satunya merupakan cangkok hati buat menyelamatkan nyawa.

Lesmana mengemukakan, awalnya dokter di Indonesia belum ada yg yakin apabila lemak hati sanggup hingga memicu kanker hati. Kurang Lebih 20 th yg lalu, Lesmana mengikuti seminar di Amerika Serikat & membawa fakta ini ke Indonesia.

“Dulu lemak hati tidak dianggap serius. Betul tidak serius, tapi ternyata ada juga yang menyebabkan peradangan. Kalau tidak diatasi akan mengalami pengerasan hati, yang akhirnya jadi gagal hati atau kanker hati. Bisa meninggal atau harus cangkok hati,” ujar Lesmana.

Tetapi, kesadaran akan ancaman kemak hati ini di Indonesia baru disadari beberapa tahun belakangan. Sejak thn 2009 sekian banyak dokter melakukan penelitian buat melihat adakah interaksi antara kanker hati & lemak hati.

Data dari tiga rumah sakit besar, seperti RS. Cipto Mangunkusumo, RS. Medistra, & RS. Dharmais mencatat, penyebab kanker hati teratas ke-2 sesudah hepatitis B yakni non-viral.

“Kita takutnya ini akibat perlemakan. Karena kanker hati tidak selalu karena hepatitis,” tutup Lesmana.

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *