Seks Oral Bisa Jadi Penyebab Utama Kanker Mulut

Seks Oral Bisa Jadi Penyebab Utama Kanker Mulut – Penyebab utama kanker bagian mulut dan tenggorokan (kanker mulut) adalah tembakau dan alkohol. Betapa ngerinya kanker ini melukai mulut dan wajah pasien yang menderita akibatnya sebelum mereka meninggal dunia. Kebanyakan kasus kanker mulut terjadi pada penduduk Asia berusia 50-an, yang gemar mengunyah atau menghisap tembakau. Wanita lebih banyak menderita kanker mulut dibandingkan dari pria.

Seks Oral Bisa Jadi Penyebab Utama Kanker Mulut

Namun sekarang pola infeksi telah berubah. Kasus penyakit kanker mulut semakin meningkat di kalangan pria Kaukasia yang tidak merokok dan berusia antara 20 sampai 50 tahun. Sebagai perbandingan hanya 23 persen dari kanker mulut di Swedia disebabkan infeksi HPV pada tahun 1970, tetapi kasus kanker mulut yang disebabkan oleh infeksi HPV meningkat tajam pada tahun 2010, yaitu sebesar 93 persen.

Apakah penyebabnya?

Dr Maura Gillison dari Ohio State University, USA dalam satu pertemuan yang diselenggarakan oleh America Association for the Advancement of Science (AAAS) mengungkapkan penyebab utama kanker mulut adalah kegiatan seks oral yang semakin meluas di kalangan remaja pria dan perempuan di Eropa dan di benua Amerika.

Hal ini juga disepakati oleh Oral Cancer Foundation, Amerika Serikat yang membuat penelitian dan menemukan sebanyak 64 persen kanker mulut di Amerika Serikat disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV) melalui hubungan seks oral.

Hal yang sama terjadi di Malaysia dengan pesatnya. Sejauh ini belum ada pengumpulan data terkait dengan pasien kanker mulut akibat infeksi virus HPV. Namun bagi mereka yang bekerja di Departemen Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) di rumah sakit pemerintah, ada kasus-kasus yang cukup luar biasa dan semakin meningkat.

Apa hubungannya infeksi virus HPV16 di kemaluan dengan kanker mulut?

Sebelum ini banyak ilmuwan mengakui bahwa infeksi virus HPV merupakan infeksi penyakit seksual utama yang menyebabkan kerusakan alat kemaluan pria dan perempuan. Infeksi virus Human Papilovirus jenis 16 (HPV16) bersama dengan virus HPV tipe 18 (HPV18) ini juga adalah penyebab utama kanker pangkal rahim (kanker serviks).

Studi terbaru menunjukkan bahwa penderita kanker mulut juga terinfeksi oleh virus HPV di bagian mulut dan tenggorokan. Ini berarti infeksi HPV yang sering terjadi di alat kelamin pria dan wanita telah disebarkan ke bagian mulut dan tenggorokan melalui seks oral. Virus ini akhirnya menyebabkan kanker mulut.

Baca juga : Obat Tradisional Kanker Mulut

Jika dulu kebanyakan kanker mulut yang disebabkan oleh tembakau dan alkohol hanya melibat lidah dan dinding mulut, tetapi sekarang kanker mulut yang disebabkan infeksi virus HPV melibatkan bagian yang lebih dalam seperti amandel dan tonsillar pillars, bagian di bawah lidah dan tenggorokan (oropharynx).

Sudah pasti peningkatan kasus-kasus seperti ini terkait erat dengan kebiasaan melakukan kegiatan seksual di luar tabiat bersama teman-teman berbeda atau sesama gender, apakah melakukan oral seks yang melibatkan kemaluan-mulut atau kegiatan oral seks yang melibatkan anus-mulut.

Apa yang mengkhawatirkan adalah kegiatan seks oral ini semakin populer di kalangan gadis dan pemuda di Malaysia akibat efek paparan video porno yang semakin mudah diperoleh. Di Malaysia, kebanyakan gadis remaja telah disuntik dengan vaksin HPV untuk mencegah kanker pangkal rahim (serviks) melalui program yang diperkenalkan oleh Departemen Kesehatan Malaysia.

Vaksin ini membantu mencegah mereka dari kanker itu dan juga infeksi kutil pada kemaluan (genital warts). Namun banyak lagi remaja perempuan yang belum disuntik atau tidak mendapat suntikan penuh sebanyak 3 kali. Ini berarti ada suatu ruang yang besar bagi infeksi HPV terjadi di kalangan remaja perempuan. Bahkan remaja pria juga secara logis harus diberikan suntikan untuk menghindari infeksi HPV pada mereka dan disebarkan kepada wanita lain.

Pertanyaannya apakah suntikan pencegahan infeksi HPV yang selalu diberikan kepada remaja perempuan untuk menghindari kejadian kanker pangkal rahim bisa digunakan untuk mencegah kanker mulut? Dan perlukah remaja pria diberikan suntikan vaksin HPV untuk mengurangi tersebarnya infeksi HPV?

Memberikan vaksin HPV pada remaja pria adalah suatu yang sulit diterima oleh Kementertian Kesehatan Malaysia karena harganya yang mahal. FDA USA mengusulkan agar remaja pria dan perempuan berumur 10 tahun ke atas diberikan suntikan vaksin ini. Namun begitu ia bisa menimbulkan isu yang melibatkan kepekaan moral, agama bahkan perdebatan politik yang menentang suntikan ini.

Respon di kalangan orangtua agak dicampur. Ada yang mendukung dan ada yang menentang. Bagi orangtua, tentu mereka tidak akan menduga anak mereka akan terlibat dalam kegiatan seks bebas dan acak. Tapi bagaimana dengan calon istri atau suami mereka yang mungkin telah terinfeksi oleh virus HPV. Siapa yang sanggup mengungkapkan ‘rahasia’ sebelum mereka menikah?

Bukan setakat melakukan aktivitas seksual, bahkan ada kabar yang mengatakan infeksi virus ini dapat ditularkan melalui ciuman mulut ke mulut (open mouth kissing). Apakah anak kita berisiko menjadi korban? Sebagai orangtua, kita wajib mengajarkan akidah kepada anak-anak kita agar hal ini dapat dihindari. Dalam posisi yang berbeda saya melihat isu ini adalah isu kanker, bukan setakat isu seks bebas.

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *